Dasar Ground Echo Radar

Irfan Irawan
0
Beberapa faktor utama yang perlu diperhatikan terkait Groud Echo:
  1. RADAR dirancang untuk memancarkan radiasi gelombang mikro baik terpolarisasi horizontal maupun vertikal
  2. Ground Echo atau disebut pantulan radar terhadap tanah dilambangkan sebagai 0, perbedaan penghamburan bagian yang melintang atau disebut dengan koefesien penghamburan (penghamburan melintang per unit area) lebih besar dari total scattering cross section yang digunakan untuk target yang berlainan
  3. Fungsi dari diferensial scattering cross section adalah menjelasakan pengembalian dari tanah tersebut tergantung dari seberapa banyak dari element penghamburan yang memiliki fasa yang tersendiri
  4. Parameter yang mempenaruhi Ground Return dari sistem radar adalah panjang gelombang, power, area yangg terkena cahaya, arah dari cahaya (azimuth dan susdut elevasi), dan polarisasi. Sedangkan dari parameter ground adalah  permitivitas yang komplek,  kekasaran tanhadari permumkaan, keberagaman dari permukaan
  5. Fading dari ground echo sangat bergantung dari prilaku permukaan seperti lebat nya hutan, tiupan angin hujan dan sebagainya menyebabkan  noise
  6. Scatterometer digunakan sebagai intrumen radar pengukur ground return dan erat kaitanya dengan scattering dari sistem radar yang dibagun tersebut
  7. Koefesian penghamburan data bisa di kaitkan dengan efek keras tidak nya permukaan, penghalang dari tumbuhan, minyak, pepohonan, salju, dan es di kutub.
  8. Resolusi pencitraan radar gambar terbaik didapat dengan cara manual atau buatan gambar yang dihasilkan mirip dari poto yang diambiil lewat udara


Ground echo pada radar mengacu pada sinyal pantulan (gema) yang diterima oleh antena radar dari permukaan tanah, seperti medan, bangunan, dan objek diam lainnya, bukan dari target yang diinginkan seperti pesawat terbang atau formasi cuaca. Fenomena ini lebih sering dikenal sebagai ground clutter atau kekacauan darat.

Photo : https://motogokil.com/



Dasar-dasar Ground Echo (Ground Clutter)
Asal Sinyal: Radar bekerja dengan memancarkan pulsa energi elektromagnetik dan mendengarkan gema yang kembali dari objek. Ketika gelombang radar mengenai objek-objek di darat, sebagian energi tersebut dipantulkan kembali ke penerima radar.

Sifat: Objek-objek ini (bukit, gedung, pohon) bersifat stasioner atau bergerak sangat lambat. Akibatnya, sinyal gema yang dihasilkan cenderung kuat dan stabil, terutama pada sudut elevasi antena yang rendah.
Masalah Utama: Kehadiran ground echo menutupi atau mengaburkan target sebenarnya yang dicari, sehingga menyulitkan operator radar untuk membedakan antara target yang relevan (misalnya, pesawat yang bergerak cepat) dan objek diam di permukaan. Ini secara signifikan mengurangi kemampuan deteksi radar. 

Cara Mengatasi Ground Echo
Untuk meminimalisir dampak ground echo, teknik-teknik pemrosesan sinyal khusus digunakan:
Moving Target Detection (MTD): Ini adalah metode umum yang memanfaatkan efek Doppler. Objek diam di darat tidak memiliki pergeseran frekuensi Doppler yang signifikan, sedangkan target bergerak (seperti pesawat) memilikinya. Filter MTD dirancang untuk menyaring dan menghilangkan gema dari objek diam, hanya menyisakan target yang bergerak.

Pengaturan Sudut Elevasi: Operator radar sering menyesuaikan sudut elevasi pancaran radar untuk meminimalkan interaksi dengan permukaan tanah, terutama untuk radar pengawasan udara jarak jauh.
Pengolahan Data: Algoritma perangkat lunak modern juga digunakan untuk mengidentifikasi dan menghapus data clutter dari tampilan radar, menciptakan "gambar rata-rata" dari beberapa pemindaian berurutan untuk membedakan target bergerak dari latar belakang statis.  Fenomena ini adalah pertimbangan penting dalam desain dan pengoperasian hampir semua sistem radar berbasis darat.

Simak Juga Tugas Kuliah saat di ISTN berikut ini, semoga bermanfaat:


Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)