SHALAT YANG DI LAKUKAN RASULULLAH SAW SEBELUM ADA PERISTIWA ISRA 'MI'RAJ

Irfan Irawan


Dalam kitab Tuhfatu al- Habib  'Ala Syarhi al - Khatib


(Pixabay/mucahityildiz)


Karya : Asy - Syaikh Sulaiman al - Bujairimi, juz ke - l halaman 311, dikemukakan :


_Dan sesungguhnya pernah terjadi pertanyaan  , tentang ibadahnya Nabi SAW sebelum difardhukan shalat. Shalat apakah itu?. Di mana tempat beliau beribadah?. Apakah ada keterangan bahwa beliau beribadah dengan syariat Nabi Ibrahim as atau tidak dan apa syariatnya sebelum itu.? Dan shalat apa yang pernah difardhukan sebelum malam Isra', apakah baru ada setelah diturunkan Al - Qur'an  dan apakah ada yang dibacanya di dalam ibadahnya, apakah tasbit ( kuat dan cukup bukti)  bahwa beliau shalat sebelum Isra ' atau tidak?. Dan guru kami telah menjawab dengan  jawaban sebagai berikut_

_Beliau tidak pernah beribadah dengan syariat  Nabi - Nabi yang lain sama sekali. Dan ibadahnya sebelum diutus menjadi Rasul adalah selama satu bulan dalam setahun di Gua Hira ( dibaca dengan mad) dimana beliau ber- tafakur tentang nikmat - nikmat Allah  dan memuliakan tamu - tamu  yang lewat ke sana. Kemudian setelah diutus menjadi Rasul, beliau diwajibkan shalat dua rakaat ketika pagi dan dua rakaat ketika petang, sebagaimana dikatakan dan tidak tsabit  ( cukup bukti ) riwayat tentang apa yang dibacanya pada dua shalat itu. Dan dua rakaat shalat yang dilakukan beliau bersama - sama Nabi - Nabi di Baitul Maqdis, yaitu dua rakaat yang diwajibkan itu. Dan tidak ada riwayat tentang apa yang dibacanya_


Menurut KH M Syafi'i Hadzami  : 

Shalat yang difardhukan kepada Rasulullah SAW sebelum shalat lima waktu adalah dua raka'at untuk pagi hari dan dua rakaat untuk sore hari. 

Hanya ketika itu  kaifiat (tata cara) shalat nya berbeda yaitu dilakukan tanpa ruku'.

Karena shalat Dhuhur yang beliau lakukan bersama Jibril  setelah Isra' Miraj pun tanpa ruku'. Jadi permulaan shalat dengan ruku' adalah shalat Ashar. 

Yang dibaca beliau dalam shalatnya itu kemungkinan adalah Surat Al - Fatihah. Berdasarkan apa yang disebutkan oleh al- Wahidi dalam Ashabu an Nuzul.


_Tidak dianggap di dalam Islam, shalat tanpa  al - hamdu lillahi rabbil al - 'alamin_


Bacaan : 

Kitab  : TAUDHIHUL ADILLAH

KH.M.SYAFI'I HADZAMI


SEMOGA BERMANFAAT


Disunting oleh :

H. Tri Adhi. S

Masjid Al - Hidayah Al - Hasyimi Lippo Village. Tangerang.