Selasa, 22 November 2011

author photo

Dari KH Mukhlisun
Ponpes Sirojulmukhlisin, Payaman – Magelang Jawa tengah, Indonesia
(Madzab syafei, sunni, keturunan sunan kalijaga)

Wasiat sunan kalijaga dalam kitabnya :

“Yen wis tibo titiwancine kali-kali ilang kedunge, pasar ilang kumandange, wong wadon ilang wirange mangka enggal – enggala tapa lelana njlajah desa milang kori patang sasi aja ngasik balik yen during olih pituduh (hidayah) saka gusti Allah”

Artinya kurang lebih :
“jika sudah tiba zamannya dimana sungai-sungai hilang kedalamannya (banyak orang yg berilmu yg tidak amalkan ilmunya), pasar hilang gaungnya (pasar orang beriman adalah masjid, jika masjid-masjid tak ada adzan, wanita-wanita hilang malunya (tidak menututup aurat dsb) maka cepat-cepatlah kalian keluar 4 bulan dari desa ke desa (dari kampong ke kampong) dari pintu ke pintu (dari rumah ke rumah utk dakwah) jagnlah pulang sebelum mendapat hidayah dari Allah swt”

Kalau kita buat dakwah berpegang dengan azas dakwah ini maka dakwah kita akan mirip dengan dakwah nabi dan sahabat shg akan menjadi asbab hidayah keseluruh alam

Azas dakwah walisongo ada 10 :
Sugih tanpa banda (kaya tanpa hanya)
Artinya : jangan yakin pada harta….kebagahiaan dalam agama, dakwah jagan bergantung degan harta

Ngluruk tanpa bala (menyerbu tanpa banyak orang/tentara)
Artinya : jangan yakin dengan banyaknya jumlah kita,…..yakin dengan pertolongan Allah

Menang tanpa ngasorake (menang/unggul tanpa merendahkan orang)
Artinya : dakwah jangan menganggap hina musuh-musuh kita….kita pasti unggul tapi jangan merendahkan orang lain (jangan sombong)

Mulya tanpa punggawa (mulia tanpa anak buah)
Artinya : kemuliaan hanya dalam iman dan amalan agama bukan degan bnyaknya pengikut

Mletik tanpa sutang (melompat jauh tanpa tanpa galah/tongkat panjang)
Artinya : niat utk dakwah keseluruh alam, Allah yang berangkatkan kita bukan asbab dunia seperti harta dsb

Mabur tanpa lar (terbang tanpa sayap)
Artinya : kita bergerak jumpa umat…dari orang-orang ke orang…. jumpa ke rumah-rumah mereka 

Digdaya tanpa aji-aji (sakti tanpa ilmu2 kedigdayaan)
Artinya : kita dakwah, Allah akan Bantu (jika kalian Bantu agama Allah, maka pasti Allah akan tolong kalian dan Allah akan menangkan kalian)

Menang tanpa tanding (menang tanpa berperang)
Artinya : dakwah dengan hikmah, kata-kata yg sopan, ahlaq yg mulia dan doa menangislah pada Allah agar umat yg kita jumpai dan umat seluruh alam mendadapatkan hidayah….bukan dengan kekerasan….

Nabi saw bersabda yg maknanya kurang lebih : ‘Haram memerangi suatu kaum sebelum kalian berdakwah (berdakwah dengan hikmah) kepada mereka”

Kuncara tanpa wara-wara (menyebar/terkenal tanpa gembar-gembor/iklan2 dsb)
Artinya : bergerak terus jumpa umat, tidak perlu disiar-siarkan atau di umum-umumkan

Kalimasada senjatane ( senjatanya kalimat iman adalah (syahadat)
Artinya : selalu mendakwahkan kalimat iman, mengajak umat pada iman dan amal salih….

your advertise here

This post have 12 komentar

avatar
Anonim delete 28 November 2012 21.48

masya allah..postingan yg sangat bermanfaat.. Insya allah keluar 3hari sobat...

Reply
avatar
Fajar Leman delete 16 September 2013 12.47

sukron... jazzakumulloh, izin share

Reply
avatar
cinta delete 4 Juni 2015 21.20

ak suka hikmahnya. trims

Reply
avatar
Irfan Irawan delete 16 Juni 2015 19.59

iya benar emang kondisi saat ini harus lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt..dan wejangan dari ulama terdahulu sangat menyejukan hati, salah satunya dakwah Wali Songo..mari teladani sebisa munngkin.. semoga Ramadhan tahun ini lebih berkah dalam segala hal.. Aamiin..

Reply
avatar
Agrend Kusuma delete 25 November 2015 17.54

ijin shared ustad mlatur nuwun sanget nejh, barakallahu

Reply
avatar
iswanto wijaya delete 19 Mei 2017 23.37

Gak ada semboyan poro wali di zaman sekarang...sangat menyentuh hati...

Reply


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post